GURU kita…….Motivator kita?

27 October 2007 by ekoz_guevara Nostalgia

Howdy…….. Liburan panjang bagiku 10 hari..dampak kebijakan pemerintah yang kuambil posisi positifnya….selama itu aku banyak mengulang baca buku ato novel koleksiku….( tahu gak….jika kita punya buku/novel dan dibaca di dua tempat -di Balikpapan-Yogja…rasanya…perasaan kebatinannya beda lho?..)..kalo diJogja biasanya jam 3 aku dah bangun..maklum Ichaku selalu terjaga pada jam itu dan menagih jatah Enfapronya…tak handlelah..karena bagi ortu kayak aku yang ketemu anak bojo tidak sesering panjenengan…bisa gantiiin tugas istri bikin susu untuk anak ..dan kemudian bisa mbujuk dia tidur lagi…sensasinya luarbiasa banget lho…suerrrrr…abis mbujuk dia tidur lagi…aku malah yang jadi gak bisa tidur lagi…

Sambil nunggu adzan subuh dari mesjid sebelah rumah.. biasanya kubaca ulang novel favoritku dan bisa ditebaklah….yang berulang dibaca adalah Laskar Pelanginya Andrea Hirata….bagian paling menarik dari buku ini menurutku adalah….kekuatan dari ketulusan seorang pengabdi kemanusian …seperti Ibu Muslimah yang jadi guru di sekolah Muhammadiyah dan digaji setara 15 kg beras saja..selama bertahun-tahun lagi…..tetap semangat dan membagi energi kehidupan yang mendorong murid-muridnya untuk semangat belajar dalam keterbatasan yang tak terperikan….ada satu muridnya yang demikian terbakar semangat belajarnya..Arai namanya ….mengayuh 20 km PP setiap hari ( berarti Jember-Rambipuji)..untuk menuntaskan kehausan akan pendidikan…tak menghiraukan cuaca apa yang dihadapinya panas terik ato hujan membadai ..yang terpikir adalah sekolah..sekolah..bertemu Bu Mus…untuk mendapatkan energi mimpi-mimpi yang terus menyala-menyala……buku ini…jadi menarik karena…yang diangkat adalah Realitas…kejadian yang sebenarnya……seperti saat kemunculan Para Laskar Pelangi di Kick Andy 4 Oktober 2007 …..ibu yang bersahaja itu…dipertemukan dengan 2 orang muridnya yang terbakar energi mimpi-mimpi akan pendidikan yang lebih baik Andrea Hirata …pengarang Laskar Pelangi…yang lulusan Fak Ekonomi Universitas di Inggris….dan Universitas Sorbonne Perancis….bayangkan dari anak tak punya daya dukung ekonomi yang masuk akal untuk mencapai cita-cita mencecap ilmu sampai ke Sorbonne….berkat ilmu, semangat, integritas, keberanian bercita-cita, dan ajakan untuk tidak menyerah pada rintangan apapun yang didapatnya dari Ibu Muslimah guru SD Muhammadiyah di Belitong itu…si Andrea..bisa menggapai mimpi-mimpinya …..pertanyaannya mengapa energi seperti itu tak pernah mampir dalam hidupku?….energi yang membikin kita terbakar untuk memperjuangkan mimpi-mimpi kita…segila apapun itu…

Tiba-tiba saja otakku melakukan flash back…kejadian yang tak terjadi saat membaca laskar pelangi di Balikpapan…Saat termanggu itu…aku coba berkontemplasi sesaat….membandingkan dengan kondisiku …jalan hidupku sampai saat ini adalah capaian terbaikku …ibaratnya jika bagi Andrea Hirata mimpinya adalah kuliah dan lulus dari universitas Sorbonne…bagiku kuliah dan lulus UGM adalah episode terindah dan penting dalam milestone kehidupannku…karena di Yogyalah…beberapa penggalan sejarah indah terjadi…dapat istri…kuliah S-2 ( my man ini karunia yang sangat luar biasa…beyond my dreamlah..)..punya anak…Kehidupan Jogja jugalah yang bikin aku lebih percaya diri…mengenal berbagai komunitas..meluaskan pergaulan dan wawasan….berdekat-dekat dengan ilmu dan pengayaan batiniah yang luar biasa…pengembaraan batiniah itu berujung pada kesadaran bahwa lompatan perubahan kehidupanku saat ini adalah ditentukan pada saat berani memutuskan ikut UMPTN lagi untuk menembus UGM walau dibayangi keraguan akan daya dukung kecerdasan pribadi dan kemampuan orang tua untuk membiayai kuliah di jogja…hal yang cukup berat untuk seorang Zijnder Fabrik PTP dengan 3 anaknya yang sekolahnya makin butuh biaya tinggi…..pertanyaan kemudian muncul lagi di kepalaku…Mengapa aku kok pengin sekolah di UGM? Mengapa gak di Unej aja..ato IPB…ato Unibraw…yang sama-sama punya fak Pertanian dengan reputasi bagus?…karena emang cita-citaku adalah pengen jadi Engsinyur Pertanian..lalu kerja di Kebun sebagai Zijnderr Kebooon….. betapa gagahnya keluar masuk blok kebun kopi, Kakao ato Karet…dengan menaiki Motor trail menginspeksi pekerjaan karyawan-karyawan keboon….seperti oom Ir.Wibowo (zijndeer dan kemudian ADM kebun PTP 26 di Kalikempit) ….yang lulusan Pertanian UGM saat inspeksi ke kebun kakao ato karet di afdeeling-afdeeling yang dibawahinya….gagah betul…Mengapa aku bisa seperti termotivasi abis untuk sekolah di UGM?….siapa yang memotivasi?… ada gak ya guru selama masa aku belajar…sejak TK Anggraeni di Glenmore Banyuwangi, SD Kalikempit Glenmore, SD Pasewaran di kebun PTP XXVI yang ada di Banyuwangi utara, SD Jember Kidul VII, SMPN 2 Jember , SMAN 1 Jember, yang bertanggung jawab atas kenekatannku untuk keukeuh kuliah di UGM?….kuputar terus memori itu…kucoba keras berpikir…coba untuk mencoba mencari kapan tepatnya saat ada energi yang membakar semangatku …sehingga waktu itu aku berani mengejar mimpi untuk sekolah di UGM Jogja…ratusan KM dari Jember…bagi beberapa teman bisa jadi…capaian itu…biasa aja…gak ada istimewanya…tapi bagiku …itu luarbiasa…..bahwa masa-masa saat ini kadang tak terbayang tergapai ….dan sodara-sodara jawabnya “…gak ada….”….mungkin aku kurang keras menggalinya…sehingga tak kutemukan satu nama gurupun yang bertanggung jawab atas aksi nekat ikut UMPTN lagi itu… ato jangan-jangan aku sudah sedemikian congkak sehingga lupa akan jasa-jasa para guruku itu..astaghfirullah hal adziem…..memang tak pernah ada seorang Ibu Muslimah bagiku….yang secara individual bisa menyalurkan energi motivasi yang besar bagi anggota laskar pelangi….kalo untuk aku mungkin yang terjadi adalah gabungan mozaik energi motivasi dari semua guru yang pernah membagikan ilmu kebaikan bagiku…sedikit dari Ibu Wardiastuti di TK Anggraeni Glenmore Banyuwangi….beberapa dari Pak Soemardi di SD Pasewaran….ato Pak Idris di SD Jemberkidul VI….3 atau 10 unit energi motivasi dari Pak Purwono ato Ibu Sri Sumarie kala SMPN 2 ….bahkan mungkin separuhnya dari motivasi eksentrik dari Pak Singgih the Biology Guy from SMAN 1 Jember……

Haaaaaaaaah…….Pak Singih?……terus terang saat itu aku langsung berdoa agar beliau mendapatkan pahala yang besar atas ilmu-ilmunya …..dan mendadak ada perasaan kegetiran dan guilty feeling yang sangat-sangat besar menyesakkan dadaku…perasaan bersalah …karena terus terang saat SMA dulu…aku juga mungkin beberapa dari kawan-kawan lebih melihat beliau sebagai bahan lelucon ato trigger lawakan….karena keeksentrikan cara ngajar beliau….bapak yang begitu datang ke kelas tanpa basa-basa lagi lalu balik kanan menghadap papan tulis dan mencatatkan bahan pelajaran biologi hampir 75% dari waktu ajarnya…dan 25% sisanya untuk menerangkan dan menunggu untuk menjawab pertanyaan dari muridnya…sebuah penantian yang berujung pada kekecewaan….karena gak pernah ada pertanyaan….karena….muridnya pengen segera mengakhiri kelas untuk kemudian kabur ke Rambo atau pak Rie…sedemikian tidak pedulinya kita pada beliau….sehingga pada akhirnya…kita semua mafhum bahwa cara mengajar yang 75% mencatat itu adalah karunia untuk anak-anak malas dan nakal sepertiku….begitu beliau balik kanan menghadap papan tulis…sebegitu juga aku keluarkan berbagai barang refreshing…bisa Komik Jaka Sembung….bisa beberapa jilid cersil Bu Kek Siansu-nya Kho Ping Hoo yang harus diselesaikan…malah kadang-kadang Nick Carter wkkk..wkk… begitu juga kawan lain…ada yang baca Gadis,Hai,Mode Indonesia…ato sekadar..nyelesaikan bobok yang terpotong sekolah…bukan sebuah pemandangan yang terpuji bagi Mentri Pendidikan tentunya….jika saat itu dia Sidak ke SMA 1 Jember… bahkan kadang aku dan beberapa kawan cekikikan kegelian melihat sebuah pemandangan ajaib…sepatu pantofel sang bapak dicat putih sebagian mirip sepatu Tiger Wood ato Jack Niclaus di padang golf…bener-bener dicat man…sebuah trigger lawakan..pencetus kegembiraan sesaat…saat itu rasanya tak ada yang salah dari perbuatan kita itu…mengolok-olok dan menertawai guru kita dibalik punggung beliau…terus terang setelah membaca Laskar Pelangi dan melihat betapa hormatnya Andrea Hirata sang master ekonomi telekomunikasi lulusan Inggris dan Sorbonne pada Bu Muslimah guru SDnya itu…saya jadi malu dengan apa yang pernah saya lakukan pada Pak Singgih…karena apapun..perbuatanku dulu adalah bentuk ketidak hormatan yang sepatutnya kepada beliau…se eksentrik apapun seorang guru…mereka tetaplah punya saham terhadap hidup bahagia yang kita jalani saat ini…Mohon Maaf Pak singgih….semoga bapak mendapatkan pahala besar disisi Allah SWT atas ilmu biologimu yang dibagi sama muridmu ini….ameenn… ( ah…pengen mencari Bu muslimah versiku…lha kok malah yang ketemu pengakuan dosa dan guilty feeling ama Pak singgih…..)

so kawan ada gak guru yang demikian memotivasi panjenengan semua untuk mencapai mimpi-mimpi saat SMA dulu…..siapa yang memotivasi Sevi kuliah dan jadi dokter di Unbraw?..

Siapa yang mendorong Faiz Sahly sehingga menjadi keasyikan bertapa di wadaslintang?

Guru mana yang membuat Ludi jadi Metalurgist dari ITS?…Arik jadi Marketer handal?…Hartoyo jadi Polisi?..Amal jadi filosof sekaligus ahli komputer dan kuliah sampek Holand?…Ivan jadi Ahli System komputer?

Dr Iwan dan Dr Bagus jadi dosen dan birokrat UJ yang kuliah sampai Thailand ada gak guru yang memotivasinya?…

Dr B Lelono? Andi irawan,rahmat Moelyono dan Ketut Ramasari menjadi hotelier?…sopo zal yang mendorongmu sampe jadi kayak sekarang….

ayo kawan-kawan…speak up….tentang guru Kita….
ato tepatnya pengakuan dosa ya…wkkk…wkkk….wkkkk

Popularity: 12% [?]

Print This Post Print This Post

25 Responses

  1. Bisa dibilang posting diatas adalah Beyond My Expectation part 2. Nggak perlu dibahas bagaimana penghargaan Sistem Bernegara di Indonesia dalam menghargai para Pendidik di seluruh Tanah Air ini. Jargon “Pahlawan Tanda Jasa” bagi beberapa pihak yang sensitif, menimbulkan arti bahwa ” Negara Enggan membayar lebih untuk kemajuan dunia Pendidikannya…”. Yang lebih penting bagi Negara adalah kemajuan yang terukur seperti berapa banyak bangunan fisik yang bisa didirikan, berapa ratus kilometer jalan yang bisa diperbaiki.. dan sebagainya.

    Ah sudahlah, “menggugat” negara yang sedang begini kondisinya, bisa-bisa kita di-cap “tidak konstruktif”, “mbok jangan cuma ngritik, tapi kasih solusi.. solusi..”.. mungkin itulah timbal balik dari komentar-2 yang dilontarkan..
    Back to school now..

    Deretan guru yang aku ingat sejak kelas 1-1 adalah Pak Tris (Fisika), Pak Singgih (Biologi), Bu Kartini (Geografi), Bu Rini (Bhs.Inggris), Pak Mohtarom (Fisika), Bu Sulis (Kimia), Pak Imam (Agama), Bu Sundari (Matematika), Pak Sugeng (PMP), Bu Rumini (Bhs.Indonesia),Pak Sembiring (rip)(OR),Bu Sutilah (Ketrampilan Ngetik), Bu Leli (Boga), Pak Sukantomo (PSPB).

    Untuk 2 Bio-1 : Pak Singgih, Pak Ramli (Fisika), Pak Mulyani (matematika), Pak Dzulkifli (Agama), Pak Giono (Ketrampilan), Bu Hari (Inggris), Pak Anton (Kimia), Pak Sos (OR), Pak Sugeng (PMP), Bu Kartini (Sejarah), Pak Made (Geografi).

    Di Kelas 3, Pak Ramli, Pak Jono (Biologi), Bu Yayuk (Inggris), Bu Sundari, Pak Martomo (PMP), Pak Turasman (Geografi).

    Kurang lebih, beliau-2 ini yang bisa aku ingat ( Tambahin doong..).

    Yang berpengaruh, khususnya memotivasi diriku, adalah Bu Ndari Matematika. Tiap kali beliau masuk kelas, sebelum pelajaran mulai, 2-3 soal matematika dilontarkan. Cepet-cepetan sing iso njawab.. Kebiasaan buruk para siswa kalau diberi soal adalah : ” Buru-buru membuka catatan dan mencari soal-soal ayng serupa..” Kalau sudah kelihatan gugup karena nggak bisa nggarap.. langsung ditegur oleh ibunda Arief Hananto tersebut.. ” Kalian ini biasa.., nggak pernah berlatih di rumah. tiap ada soal, mesti bingung cari soal yang sama …”

    Selanjutnya adalah Bu Yayuk. Hal paling aku ingat adalah ketika ulangan bhs. inggris, ada soal sebagai berikut : ” …… model aeroplane”. Menurut kalian, apa artinya : MODEL PESAWAT ataukah PESAWAT MODEL. 2 hal yang jelas-2 berbeda, bukan ? Jiann, aku uannyyeelll tenan. Masak jawaban ” Pesawat Model ” kok disalahkan ? Nek Model Pesawat itu yang biasa dipajang di meja kerjanya Pak Habibie, tapi nek Pesawat model itu kan untuk penghobi yang dinaungi oleh FASI tho..
    Panans tenan atiku.. Ulangan bahasa Inggris sing biasa entuk Songo, malih dadi mung enem.. tragisnya.. Sejak itu aku ber”sumpah” (koyo Gajah Mada wae), untuk lebih bisa nahan perasaan dan mengembalikan kejayaan nilai Inggrisku.. hu..hu..hu..

    Pak Ramli, the most brilliant man, dengan style khas-nya. Erek..erek..erek…srett..srett..thuk..
    Setelah kapur diletakkan, beliau berkata : ” Silakan dikerjakan soal ulangan ini. Waktunya 2 jam..” Wkk..wkk..wkk.. Langsung ditinggal, ora ditunggoni.. Kalau biasanya, kerpek-kerpekan dilakukan dalam kelompok kecil, khus untuk Pak Ramli, kelas berubah menjadi kelompok diskusi besar.. Semua kemampuan dikerahkan untuk memecahkan soal-2 tinggalan beliau.. Catetan diwolak-walik, kok jawaban yo durung ketemu-ketemu.. Puusiiingggg….

    Nek Pak Imam, sing melekeat di benakku, adalah masuk kelas agak telat sambil mengunyah makanan.. kayaknya empal daging.. terus mbuka buka fiqih dan mulai menjelaskan tentang ilmu Waris..

    Akhirnya, Pak Singgih. Ikon idola SMA 1 tercinta. Menurut adikku, beliau dibebastugaskan dari tugas mengajar karena semakin tenggelam dalam “dunia”nya.. Sehingga dianggap tidak mungkin untuk bisa mengajar sebagai mana mestinya. Beliau sekarang sudah damai di alam sana ( Correct if I’m wrong..).. Beliau mungkin sosok yang paling fenomenal dan kontroversial disamping luar biasa hebat kemampuan akademiknya. Sampai-2, akibat sikap eksentriknya, beliau sering menjadi sasaran kejahilan beberapa “oknum” siswa SMA kita.. (Ekos was one of them, right brotha..?)

    Kebiasaan beliau untuk menghitung jumlah siswa dan mencocokkan dengan absen, adalah sasaran empuk Jahilman-jahilman dulu. Setelah menghitung dari depan ke belakang, beliau akan mengulangi itungan dari belakang ke depan. Saat itulah beberapa oknum suka ndhelik di bawah meja, sehingga itungan jadi nggak cocok. Beliau akan mengulang itungan kembali sampai cocok.. Sampai akhirnya ” O..oo.. Kamu ketahuan, ndhelikan lagi.. di bawah meja.. nggarapi gurunya.. “..

    Pak Singgih, dengan penuh sesal, kami minta maaf atas ulah-2 kami dahulu. Kami doakan yang terbaik untuk bapak.. Amien.

    Teman-teman, itulah beliau-2 diatas yang mungkin mewakili ikon guru idola di SMA 1 dulu.. Tanpa beliau, kita semua bukan apa-apa dan mungkin tidak akan bisa menjadi siapa-siapa..

    28. October 2007 - faiz_sahly
  2. Wah, suer Kos, waktu sms tadi aku belum buka blog. Pas waktu baca tlisanmu…..kok nyambung dan sehati antara topik laskar pelangi dan pak Singgih di sms. Ajaib!
    Pak Singgih memang unik, pinter dengan segala kekurangannya. Tapi, asal tahu saja, catatan biologiku adalah yang terbaik dan terapi, penuh gambar warna-warni dan yang paling aku minati. Jadi sekalipun dulu aku juga sering tertawa dengan keadaan beliau, tapi jauuuuuh di lubuk hati ada perasaan tidak tega, hormat, prihatin… ah sulit menuliskannya.
    Menjadi dokter adalah panggilan hati yang tiba2 muncul saat kls 2 SMP, setelah membaca kisah patriotik seorang dokter yang bertugas di pedalaman. Artinya, siapapun dan apapun itu selama bisa memberi inspirasi dan motivasi kita untuk lebih maju itu adalah guru kita.
    Guru2ku saat kuliah selain dosen2ku adalah tulang-tulang rangka manusia, cadaver, preparat sel, biakan kuman, korban kecelakaan,para pasien dan keluarganya. Pelajaran tentang hidup yang luar biasa.

    28. October 2007 - sevi
  3. Kalo soal detil memori saat SMA dulu aku ngaku kalah dah ama Faiz…..
    Bu Siti Sundari the Mathematician ..kuakaui sangat berjasa mengembalikan kemampuan matematikku menjadi pas di angka 7 (aku paling pah poh kalo Matematika) setelah merosot diangka 6 dan 6,5 karena terlena dengan cara ngajar Pak Mulyani yang sabarr banget…lha wong males kayak saya kok ketenu guru sabar…ya gak dadi rek…

    Kalo pak Imam…sih emang intelejen abis..aku curiga nasih sodaraan sama LB Moerdani tuh (wajahnya kaan sepintas sama)..wkk..sorry januar Yudieanto..just kidding my man….

    Kalo pak Jono (babenya Nanang) yang tak inget ..jika beliau menceritakan hal-hal yang lucu..maka beliau akan tertawa duluan sebelum cerita itu abis…dan kita jadi kepingkel-pingkel bukan hanya karena cerita lucunya itu…tapi juga cara tertawanya beliau….

    tapi kalo soal fashionable teacher..beeee…beeee..gak ada yang bisa mengalahkan Ibu Punk (Our Englishwoman in Jember..kayak lagunya The Police “Englishman in New York”) kalo beliau juara banget kalo memadu padankan semua bajunya..aksesoroisnya…betul-betul chic..sewarna selalu..minimal sedaap dipandang mata….sangat-sangat juara kalo berpakaian..hebat..(anaknya adik kelas kita ya kan?…cakeep juga lho…wkk..wkk..wkk)

    satu lagi our sempai …sempai Sembiring ..the quiet guy….guru olahraga..yang asyik punya..apa bener beliau tlah tiada?..

    29. October 2007 - ekoz-guevara
  4. Pak Singgih…. satu hal yang aku ingat (dan bikin aku penasaran bahkan sampe sekarang..) yakni motor honda C-70 merahnya dan di sayapnya aku ingat bener ada tulisan “honocoroko” serta dibawahnya tertulis dengan jelas ” HET GEBET ”
    Ono sing iso ngasih pencerahan gak yoo….ttg tulisan itu??

    Bu Kartini (Sejarah) -aku salah satu murid kesayangannya- setiap masuk kelas B1 selalu ngasih pertanyaan dan hampir pasti telunjuknya pertama kali mengarah ke aku…. (goro2ne.. aku pernah bikin kacau penjelasannya ttg Mojopahit, yg aku jawab ngasal aja dg tokoh2 nya Saur Sepuh ha ha..) Thanks Bu utk nilai 8 nya di raport, aku gak yakin ini nilai prestasi atau “sedekah sosial” dari beliau kepadaku.. ha ha

    Beliau sampai saat ini dalam kondisi sehat ( Lebaran kemarin beliau “sowan” kerumah dan kami sempat bercanda) Lha piye, saat ini Bu Kartini “ditakdir” untuk menjadi keluarga besar kami. Aku dapat istri yg kebetulan keluarga besar dari B. Kartini ha ha… Malah kalau dari tingkatan keluarga, maka keluarga istriku posisinya lebih tua… so dia manggil aku sekarang dengan “Dik Adib…”

    05. November 2007 - adib
  5. Dib,Salam kagem Bu Kartini.

    Sejak kelas 2, beliau cukup baik kepada ku dan Herry Dharmawan. Karena duduk di bangku terdepan, sehingga kami sering berbincang tentang pelajaran atau sedikit topik di luar itu.
    Beliau juga lebih ramah dibanding kelas 1 dulu dan sikapnya ternyata membuatku merubah image,bahwa Bu Kartini tidak se “kaku” yang terpampang..
    Salam Hormat (5 jari) dari bangku depan Biologi Satu..

    06. November 2007 - Faiz Sahly
  6. Wah Bu Kartini itu wali kelasku pas kelas 3. Pas acara perpisahan kelas di rumah temanku di daerah Sriwijaya, aku jadi wakil kelas Fisika 3 menyerahkan kenang-kenangan buat beliau.
    Cak Eko, bu Punk itu apakah bu Prank bhs Inggris, istri Pak Arif Muhsin (dosen FKIP Unej), rumahnya Sumber Alam? di jamanku kok beliau dipanggil bu Prang? Nama benernya aku gak tahu, tapi putranya kakak kelasku (’93), namanya Yulian. (Seangkatan dengan adiknya Cak Faiz).
    Masih penasaran dengan Pak SInggih, jamanku beliau sudah gak ngajar, kalo bu Sundari, Pak Ramli, Bu Yayuk, Pak MUlyani, Pak Turasman, Pak Tres bahkan Pak Jono dan lain-lain di daftarnya Cak Faiz dijamanku masih ngajar.
    Cuma memang ada beberapa mengajar mata pelajaran yang agak beda, misalnya Pak Muhtarom ngajar ketrampilan (elektronika) dan bu Sutilah (kalo ngomong “kemudian”, kenceng banget).
    Untuk Pak Muhtarom, pas beliau ngajar aku kelas 2, aku selalu ngitung berapa kali beliau bilang “ehhhm”, hasilnya selalu diatas 40 kali tiap pertemuan.
    Pak Jono (kebetulan putrinya temen sekelasku, Rosalia Indah) selalu cerita tentang tikus yang keluar dari ‘gombal-gombal amoh’ saat membahas tentang abiogenesis/biogenesis, si Rosa selalu senyum-senyum sendiri kalo bapaknya ngajar.

    Kayaknya emang sudah suratan takdir, kalo murid ketemu murid, yang diomongin pasti gurunya, kalo guru ketemu guru, ya yang diomongin muridnya (yang bandel, yang males, yang pinter dll).

    Tapi sekarang, setelah jadi guru juga, kerasa lho gimana beratnya jadi guru, mosok wis ngajar ngatek menireen and muncrat-muncrat, kadang-kadang murinya gak ngerti-ngerti ato bahkan gak dirungokno.
    Kalo ditanya.. JELAS?… rame-rame njawab BLAASSS
    Kalo ditanya.. MUDENG?… serentak njawab MUBENGGG he..he..
    Ya, mungkin itu memang perjuangan jadi guru (kok malah curhat he..he..)

    Mohon disampaikan salam juga buat Bu Kartini, yang dg sabar melindungi kelas Fis3-ku dari gugatan guru lain (bhs Indonesia, lupa namanya) yang sempat kami buat marah besar di kelas kami (sebagai kenang-kenangan Ibu Guru BHS Idonesia itu menghadiahi nilai 6 di raport di smt 6, nilai 6 satu-satunya di rapotku, soale laine 7 :) )

    07. November 2007 - Rizal
  7. Betul Zal…nama aslinya Ibu Prang…tapi tak plesetin Mrs.Punk …karena juara banget kalo soal fashion..hari senin bisa Blue Ocean day (artinya semua serba biru dari blazer,rok,sampek anting-anting)…lalu ada Violet day..etc..tapi aku suka ngeliatnya Chic ..gitu lo…

    Awakmu guru ndekmana Zal….

    Kalo pak jono si gombal-gombal amoh…ya itu dia…orangnya…sangat Jawa dan lucu…he..he..he..

    Beberapa guru masih samar-samar tak inget…Ibu Sutilah..apakah ini yang ada tahi lalat dibibirnya kah?…ahh..lali ako..

    kalo Mr. Turasman..aku juga gak yakin opo bener yang dimaksud Guru Sejarah yang matanya blalak-blalak gede tenanan yen crito bab Penyersang bala tentara Persia dipimpin raja Serses (XerXes)..diplesetin KerKer…beliau digelari Mr.Sentolop….
    mangkane ta sing duwe foto guru-guru …ndang diuplod….

    08. November 2007 - ekoz-guevara
  8. Ente bener Koz..
    Pak Mr. Turasman itu dulunya kami juluki Sentolop

    08. November 2007 - Adib
  9. Kalo temen-temenku bilangnya Pak Turasman itu overdosis minum kopi, jadinya ya gitu.
    Tapi kalo ngajar emang heboh banget beliau, seru and lucu. Beliau ngajar geografi pas jamanku.
    Kalo Pak Sugeng didaftarnya Cak Faiz, beliau dulu kami sebut pak TOngki, gak ngerti asalnya gimana. Kadang kita kelupaan, kalo ke ruang guru, nanya ke guru yang lain “Pak, Pak Tongkinya sudah datang?”.. eh Pak Guru itu jawab “Pak Tongki belum datang, kayanya tar lagi”… hwelehh langsung malu dong, ketahuan manggil sembarangn..he.he..

    09. November 2007 - rizal
  10. huahhaha..ha..ha..ha…tambah seru…arep tak kompilir tak dadekno…buku ..untuk souvenir reuni besar kayaknya asyiik….

    ayo..ayo..yang lain..keluarkan cerita-cerita lucu,mengharukan,menginspirasi dari pengalaman kita bergaul ama beliau guru-guru kita…..gak bermaksud ngrasani beliau-beliau lho..tapi..semacam confession …mengurangi rasa bersalah gitu lho….

    09. November 2007 - ekoz-guevara
  11. Kos, bu sopo yo jenenge lek dandan menor banget, bibire pink menger-menger, eye shadow, eye liner, mascara, blush on….wah menu lengkap deh. Sak elingku dipanggil Marisa Haque. Padahal ga ada mirip2e. Sori bu Marisa…

    09. November 2007 - sevi
  12. Oh..bu sopo yo…..
    kalo secara deskripsi fisik sih masih tak inget..kayaknya beliau ini guru baru dan statusnya belum PNS….kosnya di Jl.Panjaitan…..
    nah sempat ada rumour…bahwa sang ibu yang cukup..ckkk..ckkk…ckkk…ini kalo mandi di sungai Bedadung…hahhhhhhhhhh…..
    makanya para dedemit kelasku pada berembuk gimana caranya untuk bisa minimal ya to…(dasar anak ABG dengan otak-otak ngeres)…..
    setelah dilakukan pembicaraan dan penetapan strategi….maka dengan berbekal Kijker (keker)..kita menuju tempat pengintaian di kebonnya Rahmat Moelyono yang konon adalah tempat paling strategis untuk melakukan pengintaian….
    maka pada Hari H dan Jam J…kita dah kumpul dirumah Rahmat…yang gak ngeh kenapa para dedemit kelas kok kompak pada nyamperin rumahnya….
    setelah diceritakan apa yang jadi mangsudnya….dia cuman tercengang…dan menelan ludah…heran ..melihat heroisme para demit ….
    maka kkita pun ambil posissi di rerimbunan kebun Rahmat…cukup untuk mengintai…tapi gak mungkin terlihat….detik-detik berlalu lambat…yang muncul diseberang malah anak-anak kecil…dfan mbok-mbok yang jelas gak memberikan efek apapaun….
    sampai gelap menjelang …bayangan silhoutte bu Marissa gak juga muncul….akhirnya selesai makhrib …gak ada apapoun…maka para demit dengan gontai kembali ke teras Rahmat…dan disambut ketawa ngakak si sahibul bait…..
    “Mangkane ta….ojok ngeres ae pikiranne…lha sopo sing kondo yen beliau mandine di Bedadung…lha wong wis nduwe kamar mandi dewe….dasar dhemittttttttttttt…..”…

    PS..
    mohon maaf hamba tidakbisa menyebutkan siapa jati diri para demit ini…kalopun saya hadir…adalah selaku Reporter MADING sekolah..wkkkk….wkkk….

    10. November 2007 - ekoz-guevara
  13. Sevi namanya si ibu itu adalah Bu Leli..kalo gak salah…..

    10. November 2007 - ekoz-guevara
  14. saya adalah seorang guru, yang mungkin dikomentari demikian juga oleh murid2.
    tapi alhamdlillah, sbg seorang guru yang untuk masyarakat indo dipandang pekerjaan ‘rendah’ karena sedikit gajinya, kami para guru Insya Allah tidak pernah dendam sama murid2 kami, gimanapun nakalnya. justru kami sangat bangga apabila seorang murid yang dulunya ‘badung’, dapat menjadi ‘orang’.
    walaupun profesi guru dihubungkan dengan gaji rendah, tapi Insya Allah halal dan berkah.
    mudah2an sifat ini juga dimiliki para petinggi bangsa ini.

    14. March 2008 - nurul
  15. @ Jeng Nurul
    Terima kasih komentarnya. Tapi percayalah bahwa seiring dengan waktu para murid ini telah belajar bersikap yang benar. Sekarang mereka telah menjadi “guru” untuk dirinya, keluarganya dan lingkungannya.

    Komentar-2 kami yang kadang-2 agak vulgar dalam berkisah tentang masa lalu, itulah kejujuran kami dalam mengakui semua yang telah diperbuat, menyadari bahwa kadang-2 polah kami itu tidak patut dan merugikan orang lain.

    Sebagai orang tua (mostly of us are parents..), tentunya kami juga masih jadi “murid” yang terus belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi hidup ini.

    Sebagai guru, jangan merasa bahwa orang memandang sebelah mata pada panjenengan. Masih jauh lebih banyak yang angkat topi dan meemberikan respek yang tinggi kepada anda dan rekan seprofesi. Seperti juga jangan berkecil hati andai ada sebagian kecil rekan sejawat anda yang melenceng dari sumpah jkabatannya. Masih lebih banyak orang yang baik.. Percaya dan yakinlah..

    Omong-omong, panjenengan dari angkatan berapa ya ? Monngo kenal-2-an dengan blogger disini di buku tamu atau via komentar .. Matur nuwun. Jangan Bosen mampir dan nulis untuk blog kita ini..

    15. March 2008 - faiz
  16. Haduh, jadi terharu mengenang guru2 kita dulu. Paling inget kalau kelas 3 Fisika 1 ulangan Fisika nya Pak Ramli pada jam ke 1 dan jam ke 2, kelasku 3 Fisika 2 pasti udah pada tidak sabar bertransaksi soal ulangan dengan kelas 3 Fisika 1, dan sebaliknya. He he he

    20. November 2008 - Ida Lumintu
  17. eh ada si Ida Lumintu…..
    (welcome sista..jgn sungkan posting cerita ya…)

    kalok soal Pak Ramli sang ilmuwan Fisika kebanggaan SMA siji itu emang gak habios rasa kagumku….

    setiap bikin soal….
    beliau lalu balik kanan dan senyum….
    “SILAKAN DIKERJAKAN”
    dan beliaowww dengan ringan melangkah keluar kelas dengan senyum khasnya….

    nah mulalilah kita mengulik itu soal…
    seluruh kelas bersatu padu…semua catatan dari para murid yang paling rajin dipelototi bersama….
    ada juga yang bela-belain bawa buku Fisika untuk Unibversitas !!!!!!

    hasilnya ….seadanya aja….
    dan saat 2 jam pelajaran selesai….
    beliau datang dan teteup dengan senyum khasnya
    “Sudah diselesai?…dikumpulkan…gampang kan soalnya????”

    maka kita cuman menggerutu dengan senyum kecut….

    25. November 2008 - ekoz_guevara
  18. @Cak Eko
    Cak Eko, Mbak Ida Lumintu ini sekarang jadi guru juga lo.. di Bangkalan, Arudam.

    @Mbak Ida Lumintu
    Mbak cerito Mbak, yak opo murid-muridmu di Bangkalan… mbeling-mbeling opo anteng-anteng.

    27. November 2008 - Rizal
  19. murid-muridku ngalem-ngalem koyok bayi2 gedhe he he.. aku kadang yo kudu ngguyu dewe di sela-sela mangkel nek bocah2 iku kumat ngaleme.. mosok ngajeni aku koyok gurune seh, arek2 iku lebih nganggep aku koyok mbakyu ne he he..
    @ cak Rizal, gantian donk muride sampeyan koyok opo..

    04. December 2008 - Ida Lumintu
  20. Ida Lumintu….., masih inget aku? Kita kan seangkatan sewaktu di SMA 1. Bagaimana kabarnya? Sekarang jadi guru ya… Buat temen-temen yang lain, apa kabar?

    05. December 2008 - Evi Dwi Wahyuningsih
  21. Iya, evi, masih inget. kamu yang anaknya kalem itu toh? he he. benar, aku ngajar di trunojoyo university, dept. of industrial engineering. kamu sendiri gimana?

    10. December 2008 - Ida Lumintu
  22. ini teh mbak Ida Lumintu yg kuliah di bandung ya..? klo benar, berarti yg tetanggaan kost ama saya dulu, dkat masjid Al-Urwatul Wustqa, benar gak Mbak .. ?

    11. December 2008 - Idris
  23. klo yg kang Rizal..kayaknya juga kenal dech..dulu pas masih di KMJB ya Kang .. ? temannya cak ipul 94/93 ya…?
    aku angkatan 96

    11. December 2008 - Idris
  24. Hay….Evi, apakabar?
    Saiki sampeyan ono ngendi or kerjo nok endi?
    Dah punya putra berapa?
    Sek eling karo aku, koncomu pramuka mulai soko smp 2 sampe nok sma 1.
    BTW: anakku wis telu. Saiki q manggon nang Wedomartani - Jogja.
    telpon q: 081328535888 or 0274.7008796.
    salam untuk keluargamu karo konco2 alumni smasa kabeh.

    15. December 2008 - dodik prakoso
  25. @ dik idris, benar kita jejeran rumah dulu, tetanggaan dipisahkan masjid. eh kita ketemu lagi ya di sini. masih ingat ndak kita suka ketemu kalo pas beli makan di kantin masjid he he

    23. December 2008 - Ida Lumintu

Leave a Reply