Archive for October 22nd, 2007

IDUL FITRI 1428 H dalam kenangan (posting ulang..)

October 22nd, 2007

( He..he..he, judule kurang kreatif. Njiplak tulisane Jeng Sevi )

Untuk alasan yang cukup kuat, Idul Fitri 1428 ini adalah tahun ke-2 saya nggak pulang ke Jember. Tahun 2007 merupakan tahun penuh ujian, khususnya pasca kecelakaan Mei lalu, yang mengharuskan saya untuk pensiun sementara dari jalanan Magelang – Wadaslintang.

Vonis dokter yang mengharuskan saya menjalani operasi pencabutan pin dan sekrup dari lutut saya, pada Juni 2008 nanti, membuat saya menahan hasrat untuk bisa bersua dengan keluarga serta sanak kerabat lainnya di hari raya Idul Fitri, yang begitu dinanti oleh kebanyakan masyarakat kita.

Sebenarnya, dari sudut pandang lain, mudik menjelang Idul Fitri menimbulkan “ketakutan” tersendiri bagi sebagian orang. Di layar Tivi atau di radio, setiap hari dilaporkan bagaimana situasi menjelang lebaran di pelabuhan, stasiun atau bandara. Repotnya, sumpeknya, gerahnya, ruwetnya serta amarahnya orang-2 dalam upaya “ngalap” berkah lebaran. Bahkan sampai-2 puasa ramadhan di 10 hari terakhir jadi terkikis kekhidmatannya, sekedar untuk bisa mudik.. Emann tenan..

<

p> Bersyukurlah bagi teman-2, yang tahun 2007 ini bisa mudik ke tanah leluhur masing-2 tanpa perlu mengalami kerepotan seperti yang tergambar di layar tivi anda. Perjalanan yang nyaman dan menyenangkan adalah idaman, meski diakui tidak semua bisa mendapatkan..

<

p> Idul Fitri tahun ini merupakan berkah ( dan cobaan ) bagi saya. Kejutan pertama datang pada hari Minggu, 7-10-2007. Ibu dan adik-2 saya datang dari Jember. Alhamdulillah.. Rasa syukur yang tak tergantikan. Betul-2 kejutan yang menyenangkan.. ditiliki wong tuwo, adik-adik lan keponakan sing lucu-lucu. Kemeriahan selama 3 hari 2 malam di Magelang, betul-2 terasa seperti seteguk air di padang tandus.

<

p> Malam itu juga, kami melepas rindu dengan bertukar kabar masing-2, cerita-2 seru masa lalu dan masa kini. Nggak Cuma yang tuwo-2, sing cilik-2 juga nggak mau kalah, ngobrol sampai jam 1 malem. Dan subuh sudah bangun, langsung ambil sepeda dan main bareng sampai siang. Bisa dibayangkan, terakhir ketemu Januari 2005 saat masih umur 3 dan 6.5 tahun, sekarang sudah umur 4.5 dan 8 tahun. Jann ngecipriss buangett ngobrolnya..

<

p> Akhirnya, Rabu 10-10-2007, rombongan Jember harus kembali ke base camp di Jalan Nias III/5.. Buat yang gede, bisa melepaskan kepergian rombongan dengan lila legawa. Sing repot adalah mbujuk cilikane.. mesti pake tipu-2 karena sudah mau katut ikut ke Jember. Syukurlah kalau akhirnya “ Problem Solved.. “ Rumah kembali sepi, untuk sementara tak ada lagi canda tawa serta teriak gembira bocah-2 cilik.. Tapi itu tak berlangsung lama. Kesibukan lain pun menunggu.. “Ketegangan” menunggu ketetapan Pemerintah “ Jum’at atau Sabtu lebarannya.. ? “ bersyukurlah buat teman-2 yang sudah punya ketetapan hari, sehingga bisa mudik dengan tanpa was-was lagi.

<

p> Tiap kali ada liburan lebaran, bagi kami petani-petani ikan di wadaslintang, mesti sedikit tegang nunggu ketetapannya. Ngurusi ikan ibarat ngurusi bocah, nggak boleh lengah agar masalah bisa dihindarkan dengan sebaik-baiknya. Piket jaga dan piket ngasih pakan mesti diatur, agar target produksi tetap terpenuhi. Mungkin petani ikan bisa dianggap orang-2 yang mbalelo sama kebijakan Pemerintah yang “kontra produktif” dalam hal cuti bersama. Tobat kalau liburnya pemerintah dituruti, ikannya bisa “gering” ora ndaging.. Makanya, tiap ditanya soal cuti bersama, jawabannya selalu sama : “H +2 sudah masuk kerja”.. Nek iwak ora kopen, awak yo iso ora kopen pisan sedulur….

<

p> Akhirnya Idul Fitrinya tiba. Masjid Jami Magelang agak longgar, karena sebagian Saudara kita sudah Shalat sehari sebelumnya. No problem….. Yang jadi problem adalah sebagian saudara kita yang Jumat sudah nggak puasa, tapi Sabtu baru Shalat ‘Id-nya.. Mon oreng madureh ngocak : “KARDI” alias “ KARepa DIbik”. Sedih lho melihat mereka bikin aturan sendiri. Alasan yang dilontarkan cukup menggelikan “ Lhah.. timbangane salah loro, mendingan salah siji..” Mas’udnya : Daripada berdosa karena puasa di tanggal 1 Syawal, yang susah untuk menghapus dosanya. Lebih baik berdosa karena tidak puasa 1 hari, yang lebih mudah menebusnya.

<

p> Akhirnya, mereka-2 ini mengambil keputusan sendiri dengan sudah nggak puasa karena takut dosa haramnya puasa 1 Syawal, tapi Shalat ‘Id pada hari berikutnya karena takut dirasani tonggone.. Ahh… Subhanallah…. Padahal, dari beberapa pendapat yang bisa dipercaya, bila sudah yakin dengan satu ketetapan, mesti mengikuti ketetapan itu secara menyeluruh. (Buat teman-2 yang mantap dengan pilihannya.. Good Choice, My Friend )

Kalau nuruti kemauan sendiri, bukannya cuma salah satu, malah salah semua pemikirannya. ( Correct me If I’m wrong ). Hal ini menjadi kegelisahan saya, karena pendapat-2 awam yang seperti ini kurang mendapat tanggapan media massa. Hanya perselisihan tanggal saja yang punya porsi besar di halaman-2 utama mereka. Kasihan kan.. Orang bingung, jadi tambah mbingungi..

<

p> Maaf, kalau kegelisahan ini saya tulis. Saya anggap kita semua yang nge-blog disini cukup punya wawasan luas. Sehingga bisa mengerti masalahnya. Ini bukan SARA lho, Cak, Mbakyu.. Tapi masalah ini benar-2 ada di sekitar panjenengan semua. Silakan diperhatikan pada Idul Fitri mendatang, andaikata ada indikasi perbedaan penetapan harinya, akan banyak orang-2 yang bersikap begitu.. So, masalah ini menarik untuk diperhatikan sekaligus dikomentari demi kebaikan bersama.. Setuju ?

<

p> Nah, cool down lagi.. Hingga akhirnya tanggal 16-10-2007, saya berkesempatan sowan ke Dalem Kasepuhan Sawit Sari Anggrek Bi Tri Ngayogyakarta Hadiningrat. Adalah KGPGW ( Kanjeng Gusti Pangeran Gedhe Wetenge) Eko Guevara Setiawan yang menyambut sendiri kehadiran saya bersama keluarga. Suasana hangat mengiringi obrolan-2 kami. Waktu sejam berlalu tanpa terasa, hingga pertanda mahrib akan tiba mengingatkan saya agar segera undur diri pamitan untuk kembali ke Magelang. Setiap kali ketemu teman lama, selalu saya upayakan untuk bisa berfoto bersamanya, agar semua bisa tahu seperti apa kondisi real-nya teman kita sekarang ini..

<

p> Ahh.. sudah cukup panjang yaa.. Stop disini dulu. Ngasih kesempatan yang lain untuk nulis atau ngomentari.. Tulis.. tulis..tulis……….

Tabik..

Popularity: 62% [?]