Archive for August 5th, 2007

Lampu Mati dan Jam Kosong

August 5th, 2007

Diancam Ekos 2 kali, pertama lewat Blog dan kedua lewat telpon, akhirnya bergidik juga mendengar ancamannya bahwa akan ditulis di Blog sesuai dengan versinya.. hiii..

Tapi aku ingin cerita bukan soal kaset atau musik rock, ada yang lebih merakyat topiknya. Sebagai sekolahan yang harus berbagi kelas, SMAN 1 Jember tidak bisa mengelak dari masuk pagi dan siang. Ada akibat yang mesti dijalani saat kita masuk siang.

Sebenarnya, menurut aku, masuk siang itu enak juga. Jam mainnya lebih panjang, tapi jam belajarpun cukup memadai. Masuk sekolah jam 1 siang (nek gak keliru..), pulang jam 6 sore, terbagi dalam 7 jam pelajaran. Sampai di rumah paling lama jam 6.30 ( tapi ada yang lebih, mungkin teman-2 dari PTP yang pakai jemputan truk ijo dan sing seneng mblayang..), habis mandi dan makan malam, masih bisa dolan-2 lagi.

Besok paginya, selepas sandiwara Brama Kumbara jam 8 di Radio Suara Kartika, berangkat main lagi sampai jam 11 siang, lalu mandi, makan dan siap-2 ke sekolah lagi. Cukup imbang bukan, waktu main dan belajar kita ?

Dengan setengah ngantuk, kita berangkat sekolah sambil mikir-2 besok setelah lulus mau neruskan dimana atau wah.. nanti ada ulangan mendadak nggak ya.. ? Atau ada jam kosong ? Atau lampu di kelasa nanti mati nggak ya ?

Nah, romantikanya masuk siang terutama kalau lampu di kelas mati. Begitu sudah menjelang pukul 16.30, suasana sudah mulai temaram. Penerangan yang berupa neon 20 watt-an, yang diharapklan bisa menerangi dan membantu kenyamanan belajar kita, ternyata menimbulkan ide brilian sebagian “oknum” teman kita. Lampu mati punya kaitan erat dengan tradisi “ Jam Kosong, majuuuu… “.

Mesti teman-2 masih ingat, kalau ada guru yang nggak hadir, ketua kelas atau wakilnya wajib datang ke kantor untuk tanya ke para guru yang bertugas. “ Pak/ Bu XXX masuk nggak ? Guru jam selanjutnya ada nggak ? Kalau ada, bisa dimajukan jamnya nggak ? Setelah itu bisa pulang lebih awal nggak ?

Pengakuan beberapa “oknum” teman yang suka usil, menjelang senja, sebagian jaga di pintu kalau-2 ada guru yang datang, sebagian lagi bekerja keras menyusun meja agar bisa menjangkau neon, sekedar untuk bisa nyopot starter neon. Kalau sukses, segera ketua kelas lapor ke kantor kalau lampu mati, suasana kelas menjadi gelap dan nggak bisa belajar. Akhirnya guru terpaksa mengalah dengan memberikan PR sehingga kita bisa pulang lebih awal.. Dipikir-pikir, keusilannya keterlaluan juga ya.. ( sik nemen Ekos pas numpak bis Damri ya.. ? )

Yang paling konyol, terjadi waktu aku kelas 2 B-1. Pas jam ke 4-5, lupa pelajarannya apa, gurunya nggak hadir, jam selanjutnya adalah Matematika-nya Pak Mulyani. Eddie Geyol si ketua kelas pergi ke kantor. Jawaban dari guru piket adalah gurunya nggak hadir tapi pak Mulyani tetap hadir pada jamnya nanti dan nggak bisa dimajukan. E alaah.. bocaah-bocaahh.. mayoritas massa Biologi-1 nekat pulang “ yoo.. mulih, rek.. “ Akhirnya tinggal 11 anak yang nggak ikut pulang.. yoo wegah.. wis matematika ora pinter, sekolah mbayar, gurune jelas teko..

Sementara nunggu pak Mul, nongkrong dulu di Pak Ri sampai saatnya tiba. Pak Mulyani datang dan tanya “ Lho, mana teman-2 yang lainnya ? “ dengan sungkan-2, sisa murid B-1 menjawab “ Pulaaang, pak.. “ Syukurlah pak Mulyani bukan tipe pemarah. The Show Must Go On.. Matematika jalan terus. Anggap saja itu les privat.. he..he.. Tapi besoknya, sebelum pelajaran mulai, Pak Pangadi – Wakil Kepala Sekolah memarahi seluruh isi B-1.. pahit juga ya.. Semua tertunduk, entah menyesal, entah jengkel atau cuek saja.. he.he.he….

Oh JAM KOSONG, JAM KOSONG… dibenci tapi juga dirindukan … huuuuuuuuu…..

Popularity: 8% [?]