Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak ada badge atau béd, tapi sudah menjadi percakapan umum zaman dulu bahwa logo sekolah yang dipasang di saku baju adalah béd. Sebelumnya setiap sekolah punya logo masing-masing dan setelah Depdikbud (sekarang Depdiknas) saat itu memberlakukan keseragaman béd untuk semua sekolah, simbol tersebut hilang – lebih tepatnya tidak digunakan.
Mungkin juga Ekoz adalah kolektor barang-barang antik yang sangat tinggi nilainya, misalnya topi pet khas Che Guevara (lho, barangkali… kan boleh saja berandai-andai). Yang jelas, pada saat orang lain terkesiap dan berpaling ke simbol Big Brother seperti Yahoo!, Google, atau raksasa Internet lain, pangreh salah satu bank nasional di Kalimantan ini malah mencomot simbol legenda klasik, hikayat kilau-kemilau, dari Tanah Jember.
Dipasang di bawah ini,

Pengakuan beliau: diperoleh dari salah satu forum sekolah di web. Benar tidaknya harus dikonfirmasi.
Siapa tahu di ruang kerjanya di Balikpapan ada bendera berlogo sama tersebut dipasang di belakang kursi kekuasaan di kantornya.
[1 menit setelah tulisan di atas dipasang] Baru sadar, ini dini hari tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional. Wah, heroik!
Popularity: 9% [?]